naskah drama Karya: Hermanjoyo
SMU Kolese De Brito Yogyakarta
Empat orang pelajar di empat tempat yang berbeda sedang melakukan ritual �melepaskan hasrat� muda remaja mereka, membuang gundah - mengusir gelisah pada khayalan yang memabukan atas nama satu perempuan pujaan � Cinta.
Di kamar mandi Bogi menuntaskan hasratnya dengan menggunakan sabun.
Di tempat tidur Anto bergulat melepaskan resah pada guling yang diapit kedua kaki persis di selangkangannya.
Dono di ruang belajar duduk di depan meja belajar dengan satu tangan menggaruk-garuk selangkangannya sambil memandangi foto seorang model yang dipegangi tangan lainnya.
Sementara Jonny memacu geloranya dengan mengusap-usap seluruh tubuhnya, sambil sebelah tangannya memegangi gagang telpon di telinga.
Lenguhan dan sesekali kata �Cinta� mendesis dari mulut-mulut mereka. Tapak demi setapak mereka mendaki kenikmatan ala seks swalayan tersebut. Ketika puncak-puncak itu sudah mulai mendekat kata-kata �Cinta, Cinta. Cinta, Cinta�.� Semakin cepat terlafalkan dan mulai tidak beraturan. Dan kemudian berakhir pada lenguhan panjang, �Cinnntaaaaa�.�
Download Naskah Drama
17 Mei 2009
Becik Nitik, Ala Pilara
Sandiwara Kampung
Karya : M. Ahmad Jalidu
�Malingg.. malingg.. malingg�.�
�Pateni wae kang...�
�Golek bensin, njikuk nggon Yu Suti..�
"Wis rasah nunggu kesuwen..�
�maling nin mejid, Ngluwihi bajingan Penjajahan!�
�Wis.. dientekke wae�
Download Naskah
Karya : M. Ahmad Jalidu
�Malingg.. malingg.. malingg�.�
�Pateni wae kang...�
�Golek bensin, njikuk nggon Yu Suti..�
"Wis rasah nunggu kesuwen..�
�maling nin mejid, Ngluwihi bajingan Penjajahan!�
�Wis.. dientekke wae�
Download Naskah
Adila
Disadur dari Cerpen : Laila S. Chudori
Gadis, aku tak mengerti mengapa aku lahir untuk harus menjadi bayang-bayang ibuku. Semua tindakan dan pemikiran yang lahir dari diriku selalu salah. Karena itu , aku pikir kamar tidur ini adalah tempat yang paling membahagiakanku. Kasur, bantal, guling,boneka, dan bahkan cicak-cicak yang menempel di dinding tak akan berteriak-teriak sekalipun aku telanjang berjam-jam. Mereka mentolerir keganjilanku.
Download Naskah
Gadis, aku tak mengerti mengapa aku lahir untuk harus menjadi bayang-bayang ibuku. Semua tindakan dan pemikiran yang lahir dari diriku selalu salah. Karena itu , aku pikir kamar tidur ini adalah tempat yang paling membahagiakanku. Kasur, bantal, guling,boneka, dan bahkan cicak-cicak yang menempel di dinding tak akan berteriak-teriak sekalipun aku telanjang berjam-jam. Mereka mentolerir keganjilanku.
Download Naskah
08 Mei 2009
Pesta Terakhir
karya Ratna Sarumpaet
Sudah puluhan tahun BAPAK SEPUH dikenal sebagai pemimpin yang sukses di sebuah wilayah. Isterinya, yang meninggal beberapa tahun lalu, dikenal sebagai salah satu kunci keberhasilan Bapak Sepuh. Sebagai Pemimpin, Pak SEPUH terkenal sangat murah senyum. Budi bahasanya lembut dan manis dalam menghadapi siapapun. Ia dikenal berhasil memimpin wilayahnya menjadi wilayah yang makmur. Namun dalam perjalanan kemakmuran itulah kemudian ia terus berubah menjadi seorang pemimpin yang tamak, kejam dan tidak adil. Kelembutan dan senyumnya dinilai orang sebagai tameng yang ditata untuk menutupi kebusukan2 serta siasat yang tersimpan dalam dirinya.
Sebagai penentu kebijakan ia dikenal sangat otoriter, bahkan absolut. Tidak ada satu alasanpun yang boleh menggagalkan pikiran atau gagasan yang menjadi obsesinya. Semua cita-citanya harus jadi kenyataan dan dia mendapatkan semua dengan menghalalkan segala cara.
Drama satu babak ini terjadi pada hari BAPAK SEPUH menghembuskan nafas terahirnya. Kematian Bapak SEPUH, membuat membuat anak-cucunya yang selama ini sangat manja dan sangat bergantung pada kekuasaannya, mendadak terguncang. Mereka panik dan merasa tidak aman. Sebagian besar memutuskan melarikan diri, kecuali HARYATI.
Download Naskah
Sudah puluhan tahun BAPAK SEPUH dikenal sebagai pemimpin yang sukses di sebuah wilayah. Isterinya, yang meninggal beberapa tahun lalu, dikenal sebagai salah satu kunci keberhasilan Bapak Sepuh. Sebagai Pemimpin, Pak SEPUH terkenal sangat murah senyum. Budi bahasanya lembut dan manis dalam menghadapi siapapun. Ia dikenal berhasil memimpin wilayahnya menjadi wilayah yang makmur. Namun dalam perjalanan kemakmuran itulah kemudian ia terus berubah menjadi seorang pemimpin yang tamak, kejam dan tidak adil. Kelembutan dan senyumnya dinilai orang sebagai tameng yang ditata untuk menutupi kebusukan2 serta siasat yang tersimpan dalam dirinya.
Sebagai penentu kebijakan ia dikenal sangat otoriter, bahkan absolut. Tidak ada satu alasanpun yang boleh menggagalkan pikiran atau gagasan yang menjadi obsesinya. Semua cita-citanya harus jadi kenyataan dan dia mendapatkan semua dengan menghalalkan segala cara.
Drama satu babak ini terjadi pada hari BAPAK SEPUH menghembuskan nafas terahirnya. Kematian Bapak SEPUH, membuat membuat anak-cucunya yang selama ini sangat manja dan sangat bergantung pada kekuasaannya, mendadak terguncang. Mereka panik dan merasa tidak aman. Sebagian besar memutuskan melarikan diri, kecuali HARYATI.
Download Naskah
Langganan:
Postingan (Atom)